Senin, 11 Februari 2008

Romantika Hidup

Hari senin tanggal 11 februari, saatnya kembali ke bogor untuk mengurus beberapa hal. Pagi ini Abi-ku yang mengantar ke stasiun depok(seperti biasa),sebelum naik motor abi yg agak butut aku, ummi, dan abi berdiskusi tentang masalah yang sedang terjadi di keluargaku, karena aku anak pertama dan yang paling besar jadi sering diajak diskusi untuk membantu menyelesaikan masalah, Yuup setelah mereka memaparkan keluh kesah tentang keadaan saat ini,aku teringat saat malam minggu 2minggu yg lalu-saat bahagia- saat aku pulang jam9 malam karena ada acara rutin dan yg menjemputku yaa..tentu saja abiku,,baik sekali abiku ini,,sesampainya dirumah aku membuat wedang jahe-emang pas banget waktu dingin- lalu abi mulai mengambil gitar dan seperti biasa bercerita tentang perjalanan hidupnya diiringi petikan senar gitar yg mengiringi cerita.
"Kakak tahu nggak?kalo hidup itu hanya ada 2 ekspresi"tanya abi yang dijawab sendiri. Gelengan kepalaku menjawabnya. Dan abi mulai main gitar dengan lagu koes bersaudara yang bercerita ttg hidup, karena aku tak pernah dengar lagu ini ya..aku dengarkan saja bersama nenek,adik laki-lakiku,dan adik perempuanku. "Lagu ini Abi mainkan pertama kali waktu naik Gunung pertama abi dan Pertama kali juga abi bakar Ijazah Abi ka,,"jelasnya.
"Kenapa dibakar??Abi naik Gunung apa?waktu itu abi kelas berapa?"cecarku
'"Karena ijazah tak bisa membuat abi bangga dan menghasilkan uang itu hanya selembar kertas yang bisa membuat seseorang frustasi, waktu abi lulus SMA dan ngelamar kerja ngga ada yg diterima, naik Gunung Gede sama temen-teman Abi, waktu itu lagu koes bersaudara ini belom ada albumnya tampil perdana di televisi dan abi langsung bisa main gitarnya" jelasnya
"Dilagu ini dijelaskan kalo hidup cuma ada 2 ekspesi, senang dan sedih, kalo dulu hidupnye jiddah fatma kaya raya pas udah tua jadi tukang masak(nenek abiku), kalo dulu abi ngejalanin hidup tanpa beban tapi sekarang kebalikannya hidup penuh dengan beban yang berat"paparnya lagi

Yaah memang hidup keluargaku luar biasa-menurutku-terutama kisah hidup ayahku yang tahun ini usianya genap 55 tahun. aku sangat dekat dengan beliau dibanding ummi-ku, aku tahu kenapa abi begitu suka merokok sampai 3 bungkus sehari, hal itu bukan karena main keren-kerenan sama temen2nya waktu kecil, tapi untuk mengatasi trauma hidup saat kelas 4 SD, yaah abiku merokok sejak kelas 4 SD. Dan sekarang abi slalumelarang anak-anaknya, sepupuku untukmenjauhi rokok,begitu kentalnya nikotin mengalir dalam darahnya hingga menyebabkan kehilangan kesadaran ketika mulutnya berhenti menghisap rokok dan pantas saja kalobulan Ramadhan kerjaan abi tidur...tidur..dan tidur. abimulaimengganti lagu dengan judul 'kereta malam' yg dipopulerkan Franky Sihalatua dan Jane, spontan aku, adik perempuanku, dan adik laki-lakiku bernyanyi dengan nada yg agak sumbang. Lagu ini menjadi satu kenangan manis untuk keluarga kami karena ini adalah lagu kesukaan keluargaku dan lagu kesukaan adikku yg telah tiada, biasanya abi gak mau nyanyiin lagu ini karena akan teringat kenangannya bersama adikku yang meninggal karena penyakit kanker yang hanya diidap oleh 1 orang dari 3 juta orang. Dan sekali lagi malam ini keluargaku begitu senang. Aku yakin sekali,bahkan teramat sangat yakin setelah melalui kehidupan yg melelahkan ini pasti akan terganti dengan kehidupan yang tak adalagi beban, masalah, dan air mata.
Teruntuk adikku-yg sedang menikmati nikmat-Nya, semoga kita akan bertemu dan berkumpul kembali di JannahNya kelak, bertetanggakan nabi Muhammad dan Nabi Ayyub-idola kita-, dimana semua penghuninya tidak akan melihat kita dengan pandangan kasihan dan rasa iba akan tetapi mereka akan begitu senang akan kehadiran keluarga kita saking senangnya hingga lupa bahwa merreka sedang berada diSurga. Kapan kau akan menemuiku lagi??Dalam 4 tahun ini kau masukkemimpiku hanya 2 kali itupun kau hanya diam dan tersenyum padaku, kata guru ngajiku kau sedang mendatangiku karena engkau tidak berkata apapun maka itu sungguh allah mengizinkanmu untuk menjengukku, senangnya aku. Sabar ya menungguku dik,,sebentar lagi mungkin kita akan bertemu dalamkeabadian, aku selalu berdoa agarmimpiitu terwujud, Apakah kamu tahu dik?? saat ini ummi sedang mengandung adik kita yang ke-enam, maka saat ia lahir kedunia aku telah tingkat 4 dan aku sendiri yang akan merawatnya tanpa dirimu dik, kamu tahu nggak? kemarin aku bertemu sahabat baikmu diIPB ia mengenaliku,padahal aku nggak kenal, ia bilang wajahku mirip denganmu,,
apakah kau ingat janji Allah dik,,

"Sesungguhnya setiap kesulitan ada kemudahan dan setiap kesulitan pasti ada kemudahan"

Teruntuk Abi-ku yg tak lelah berjuang untuk menapaki hidup,
Aku akan menjadi anak kebanggaanmu,
Teruntuk ummi-ku yang luar biasa
aku akan mempersembahkan yg Terbaik untukmu
teruntuk adikku yg telah besenang-senang
selamat untukmu dan tunggu kakakmu ini ya,,Allah menyayangimu,,


2 komentar:

Unknown mengatakan...

wah menggetarkan hati. kamu termasuk anak dari keluarga yang harmonis ya!!!
IPB semester berapa?ambil jurusan apa?(kalo boleh tahu loh?)
dewi siti fatimah yang aku maksud tuh, orangnya hebat banget. orang yang berani menegakkan panji islam di sekolah kami dulu yang sepertinya nilai-2 islam sudah sangat pudar.
dia smart, aktif, dan berani. alhamdulillah berkat dia, teman-2 seanglatanku, akhwatnya, dulu ketika masuk sekolah hanya 10% yang memakai jilbab. namun setelah itu, berubah, hanya 10 % yang tidak memakai jilbab.
aku sangat ingin bertemu dia. tapi dimana ya?
semoga dewi yang ini juga memiliki kehebatan yang sama seperti dewi yang aku kenal.
waslam

Anonim mengatakan...

seandainya Allah mengijinkan..
aku kan terus berdoa agar Allah mengijinkan..
bisa berkumpul lagi di pagi yang cerah..
mengangkut timba2 berisi air..
menyirami kebun kami yang kecil..
lalu sarapan pagi bersama..
atau jalan2 pagi bersama..
memandangi hamparan padang tebu dan jagung kami..
lalu meneguk susu yang hangat, gurih dan manis..

wi..bersyukur banget wi2 punya abi yang sampe sekarang masih bisa meluangkan waktu kumpul sekeluarga..
kadang ada beberapa ayah yang lebih mengutamakan harga diri dan egonya daripada memenuhi hasrat kerinduan anaknya untuk bertemu..
bahkan di momen yang seharusnya sebuah keluarga berkumpul dan saling memaafkan..
membiarkan anaknya larut dalam perasaan antara percaya dan tidak percaya untuk menunggu dan berharap akan datangnya..